Presiden Kultural Untuk Bangsa Multikultur

Kelik Nursetiyo Widiyanto

 Tidak dipungkiri lagi Indonesia merupakan negara dengan beribu suku berlaksa budaya. Beberapa puncak budaya lokal pun tercatat sebagai salah satu peradaban dunia. Sriwijaya, Malaka, Majapahit membumbungkan nusantara dalam perdagangan maritim dunia. Hal ini diperkuat dengan catatan-catatan perjalanan penjelejah-penjelajah buana seperti Marcopolo, Ibn Batutah dll. Dari merekalah negara-negara Eropa mengenal negeri gemah ripah loh jinawi ini. Berdalih tawaran kerjasama dagang mereka menyebar di nusantara membawa misi 3 G (God, Gold, dan Glory). Awalnya diplomasi tukar menukar rempah-rempah dengan produk Eropa lama kelamaaan berubah menjadi merampas hak-hak inlander Continue reading “Presiden Kultural Untuk Bangsa Multikultur”

Ode untuk Meulaboh

Kelik Nursetiyo Widiyanto

 Samudera itu tiba-tiba surut. Seakan ada lubang maha besar di dasar laut yang terbuka dan menyedot air laut hingga menurunkan permukaan. Ikan-ikan menggelepar di dasar laut yang mengering. Hewan-hewan laut lainnya tersengal mencari habitatnya sesak mencari air sebagai nafasnya. Masyarakat nelayan di bibir pantai Meulaboh terheran dengan fenomena alam ini. Kiamatkah ini? Continue reading “Ode untuk Meulaboh”

Mengenalkan Anak Pada Buku

Oleh Roni Tabroni Kebanyakan anak-anak kita lebih sering dibawa untuk menonton berbagai barang serba luks di supermarket dan mal-mal ternama. Anak-anak hari ini lebih senang pada mainan-mainan yang kurang mendukung perkembangan keilmuan mereka. Bahkan, hari ini kita juga sering menyaksikan anak lebih memilih menghabiskan masa-masa yang sangat menentukan itu di jalanan Continue reading “Mengenalkan Anak Pada Buku”

Perjuangan Kita Belum Selesai..!

Oleh JAJANG BADRUZAMAN

Mahasiswa merupakan ujung tombak perjuangan rakyat di setiap negara. Mereka adalah agen non-resmi penyalur aspirasi rakyat yang bebas dari kooptasi politik kepartaian. Demikian kesan tentang mahasiswa yang tergambar dalam benak orang tua tempo dulu. Sehingga posisi mahasiswa senantiasa menempati tempat yang ajeg di hati rakyat Continue reading “Perjuangan Kita Belum Selesai..!”

Nasionalisme Mojang dan Jajaka?

Nasionalisme“Mojang” dan “Jajaka”?

Oleh SUKRON ABDILAH

Di wilayah tatar Sunda pemuda dan pemudinya kerap disebut dengan jajaka dan mojang. Jajaka Sunda yang berwibawa, waspada dan gagah berani atau tegas adalah modal awal membangun wilayah Nusantara yang berkeadilan dan berkesejahteraan. Adapun mojang Sunda adalah partner dari jajaka yang mestinya mencerminkan kreativitas seorang perempuan dalam membangun kedaulatan daerahnya dan negeri Indonesia Continue reading “Nasionalisme Mojang dan Jajaka?”

Merindukan Satria Kontemporer

Oleh AMIN R ISKANDAR

DALAM sebuah keterangan di katakan, “Akal yang sehat terletak dalam jiwa yang sehat”. Jika kita terapkan teori usul fiqih, ‘maf’ul mukholafah’, berarti, jiwa yang sakit akan melahirkan akal yang sakit pula. Dan sudah barang tentu segala produk dari produser yang sakit adalah barang yang sakit. Continue reading “Merindukan Satria Kontemporer”

Mempertegas Visi Politik Ormas (Jabar)

Oleh Roni Tabroni

Sejarah kelahiran Ormas, khususnya Islam senantiasa diidentikan dengan kepentingan dakwah, sosial atau pendidikan. Keberadaannya selalu “disembunyikan” dari nuansa politis. Padahal setiap kekuatan kelompok apapun pasti lahir dari sebuah seting sosial yang mendorong kemudian membentuknya. Continue reading “Mempertegas Visi Politik Ormas (Jabar)”

Pesantren dan Arus Modernisasi

Oleh: SUKRON ABDILAH

M Dawam Rahardjo (1995) berpandangan bahwa pesantren adalah lembaga yang dapat mewujudkan proses perkembangan sistem pendidikan Nasional. Secara historis pesantren tidak hanya mengandung makna keislaman an sich, melainkan menampakkan keaslian (indegeneous) daerah Indonesia; sebab lembaga yang serupa sudah terdapat pada masa kekuasaan Hindu-Budha, sedangkan Islam meneruskan dan mengislamkannya. Continue reading “Pesantren dan Arus Modernisasi”

Soal Rusaknya (Roda) Bangsa

Oleh SUKRON ABDILAH

Keringat mengalir deras ketika seluruh gerak jasad berusaha mengerjakan sesuatu. Tanpa kenal lelah, seluruh manusia berlomba-lomba mewujudkan selgala pengharapan dan keinginan yang imajinatif menjadi sebuah realitas yang nyata terasa. Ketika diri dan jiwa tak berkekuatan (baca: malas), maka segala jejalan angan-angan hidup akan segera terkubur dalam sebuah kesunyian. Continue reading “Soal Rusaknya (Roda) Bangsa”